Perundingan Linggarjati

Perundingan Linggarjati Dan Isi Pokoknya – Sekutu (Inggris) mengambil kesimpulan bahwa konflik antara IndonesiaBelanda tidak dapat diselesaikan melalui kekuatan senjata. Pihak Inggris akhirnya berusaha mempertemukan kedua belah pihak yang bersengketa. Indonesia dan Belanda diajak menyelesaikan perselisihan melalui perundingan.

Di bawah pimpinan Lord Killearn, pada tanggal 14 Oktober 1946 diadakan perundingan di Jakarta. Utusan Indonesia diketuai oleh Sutan Syahrir dan utusan Belanda diketuai oleh Prof. Schermerhorn. Perundingan tersebut menghasilkan gencatan senjata.

Atas dasar perundingan tersebut, sejak tanggal 24 Oktober 1945 pasukan Sekutu (Inggris dan Australia) mulai mengosongkan daerah-daerah yang didudukinya. Kemudian secara berangsur-angsur pasukan Sekutu ditarik dari Bogor, Palembang, Medan, dan Padang. Pada akhir November 1946 seluruh pasukan Sekutu telah meninggalkan Indonesia.

Perundingan selanjutnya diadakan di Linggajati (dekat Cirebon). Pada tanggal 15 November 1946, para ketua dari kedua delegasi yaitu Sutan Syahrir dan Prof. Schermerhorn berkumpul. Mereka sepakat menandatangani persetujuan yang terkenal sebagai naskah Linggajati.

Isi pokok perjanjian Linggajati
Isi pokok perjanjian Linggajati

 

Isi pokok perjanjian Linggajati

1) Belanda mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatera.

2) Pemerintah Indonesia dan Belanda akan mendirikan Negara Indonesia Serikat yang salah satu bagiannya adalah RI.

3) Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni IndonesiaBelanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.

Apa dampak dari perundingan Linggajati? Wilayah Indonesia menjadi terpecah-pecah karena ada upaya pembentukan Republik Indonesia Serikat. Hasil perundingan Linggajati sebenarnya merugikan Indonesia. Sebab negara Indonesia yang diakui hanya Jawa, Madura, dan Sumatera. Tetapi para tokoh menerima persetujuan tersebut sebagai sebuah strategi. Mereka yakin Indonesia akan bersatu kembali.

Beberapa hari setelah penandatanganan persetujuan Linggajati, pemerintah Inggris mengumumkan pengakuan secara de facto terhadap RI. kemudian disusul pemerintah Amerika Serikat. Secara internasional Indonesia telah mendapat pengakuan dari beberapa negara.