Mengenal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Mengenal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) – Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan terbesar di dunia. Negara kita terdiri atas pulau-pulau, ada pulau besar dan pulau-pulau kecil. Kepulauan Indonesia membentang dari Sabang sampai Merauke. Jumlah pulaunya lebih dari 17.000 pulau. Antar pulau dipisahkan oleh laut dan selat.

Kepulauan Indonesia dikelilingi oleh wilayah perairan yang luas. Luas perairan Indonesia lebih dari luas daratan. Oleh karena itu, negara Indonesia juga dikenal sebagai negeri bahari.

Pulau-pulau di Indonesia tergabung dalam satu wadah yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagaimana berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)? Kita akan pelajari bersama dalam penjelasan berikut.

 

Mengenal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Negara Indonesia resmi berdiri pada tanggal 17 Agustus 1945, yaitu sejak proklamasi kemerdekaan negara Republik Indonesia. Pembacaan teks proklamasi tersebut bertempat di halaman rumah Ir. Soekarno.

Teks proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno dan didampingi oleh Drs. Moh. Hatta. Setelah pembacaan teks proklamasi tersebut, bendera merah putih dikibarkan dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sejak saat itu, bangsa Indonesia hidup merdeka dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangsa Indonesia telah bebas dari penjajahan.

Indonesia telah merdeka. Indonesia menjadi negara yang berdiri sendiri tanpa tergantung oleh penjajah. Sebagai negara merdeka Indonesia membutuhkan landasan untuk menjalankan pemerintahan. Apakah landasan negara kita?

Landasan negara kita adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila diambil dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perilaku seluruh rakyat Indonesia harus sesuai dengan Pancasila.

Susunan UUD 1945 terdiri dari beberapa bagian, yaitu pembukaan, pasal-pasal, dan penjelasan. Pembukaan UUD 1945 terdiri atas empat alinea. Alinea kedua UUD 1945 menegaskan bahwa bangsa Indonesia telah bebas dari penjajahan. Berikut ini bunyi alinea kedua UUD 1945.

 

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Wilayah negara Indonesia sangatlah luas dan jika dilihat secara astronomis dan geografis wilayah Indonesia terletak pada 6o Lintang Utara (LU) – 11o Lintang Selatan (LS) serta 95o Bujur Timur (BT) – 141o Bujur Timur (BT). sedangkan jika dilihat secara geografis wilayah Indonesia terletak di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

 

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Indonesia dikenal sebagai Negara maritime yaitu karena Wilayah Indonesia terdiri atas daratan dan lautan yang sangat luas. Luas wilayah daratan Indonesia kurang lebih 1.904.413 km2. Sedangkan untuk luas wilayah lautan kurang lebih 3.290.000 km2.

Wilayah Indonesia yang sangat luas tersebut dihuni oleh penduduk yang jumlahnya sangat banyak pula. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 264 juta (2017) jiwa. Jumlah penduduk Indonesia menempati urutan yang keempat terbesar di dunia.

Penduduk Indonesia tersebar di berbagai pulau di Indonesia dari sabang hingga merauke Mayoritas penduduk Indonesia bermukim di lima pulau utama, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dari kelima pulau tersebut, yang paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa.

Pemerintah dalam hal mengatasi masalah kepadatan penduduk yang belum merata adalah dengan mengadakan program transmigrasi. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang berpenduduk padat ke daerah yang penduduknya masih jarang. Pulau-pulau di Indonesia terbagi menjadi beberapa provinsi. Saat ini provinsi di Indonesia berjumlah 35 provinsi. Namun, pada awal kemerdekaan jumlah provinsi di Indonesia tidak sebanyak saat ini.

Pada awal kemerdekaan jumlah provinsi di Indonesia hanya delapan provinsi. Kedelapan provinsi tersebut adalah:

  1. Provinsi Sumatra
  2. Provinsi Jawa Barat
  3. Provinsi Jawa Tengah
  4. Provinsi Jawa Timur
  5. Provinsi Borneo (Kalimantan)
  6. Provinsi Sulawesi
  7. Provinsi Sunda Kecil (Nusa Tenggara),
  8. Provinsi Maluku.

 

Mengenal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Mengenal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Seiring perkembangan zaman terjadi pertambahan jumlah provinsi di Indonesia. Jumlah provinsi yang bertambah ini terjadi dimaksudkan untuk mempercepat pelayanan pemerintah kepada seluruh rakyat Indonesia. Pelayanan pemerintah yang cepat dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.

Berikut ini tabel perkembangan provinsi di Indonesia sejak awal kemerdekaan sampai sekarang.

 

NO Tahun Jumlah Provensi
1 1945 8
2 1950 11
3 1956 15
4 1957 16
5 1958 20
6 1960 21
7 1964 24
8 1967 25
9 1969 26
10 1976 27
11 1999 28
12 2000 31
13 2004 33
14 2008 33
15 2009 33
16 2012 34
17 2019 35 wikipedia

 

Wilayah yang terlalu luas dapat menyebabkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat menjadi terhambat. Pulau Kalimantan termasuk pulau yang besar. Oleh karena itu, harus dibagi menjadi beberapa provinsi.

Apabila hanya terdiri atas satu provinsi maka akan menghambat pelayanan kepada masyarakat di Pulau Kalimantan. Misalnya dalam hal pendidikan dan kesehatan. Sedikitnya sarana kesehatan dan pendidikan di Pulau Kalimantan dapat menyebabkan kesejahteraan masyarakatnya menjadi lemah.

Sekarang jumlah provinsi di Pulau Sumatra ada sembilan. Kesembilan provinsi itu adalah Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Lampung. Dengan adanya pembagian tersebut, sekarang di Pulau Sumatra telah banyak berdiri sarana pendidikan dan kesehatan. Pelayanan masyarakat dilakukan oleh pemerintah masing-masing provinsi.

Indonesia mempunyai batas-batas wilayah tertentu. Berikut

ini batas-batas wilayah Indonesia secara umum.

  1. Batas sebelah utara : Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik,

Malaysia, Filipina, dan Singapura.

  1. Batas sebelah selatan : Samudra Hindia dan Australia.
  2. Batas sebelah timur : Papua Nugini.
  3. Batas sebelah barat : Samudra Hindia

 

Pentingnya Keutuhan NKRI Dalam Kehidupan Masyarakat

Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut bebas di antara pulau-pulau di Indonesia. Laut bebas adalah wilayah perairan yang dapat dimasuki oleh siapa pun.

Hal ini tentu sangat mengancam kedaulatan negara. Selain itu dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kesatuan Negara republic indonesia. Apabila keamanan negara kita terganggu, maka kita tidak bisa hidup tenang dan damai.

Untuk mengatasi itu semua, kita harus selalu menjaga keutuhan NKRI. Apa pentingnya keutuhan NKRI? Kalian akan mengetahuinya setelah mempelajari penjelasan berikut.

 

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Sebuah Pilihan Terakhir

Negara Kesatuan Republik Indonesia tidaklah berdiri dengan sendirinya. Kesatuan NKRI dicapai melalui perjuangan panjang yang dilakukan oleh para pahlawan dan seluruh rakyat Indonesia. Mereka rela mengorbankan harta dan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

Setelah merdeka, bukan berarti bangsa Indonesia bebas dari masalah. Bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai ancaman baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Contoh ancaman dari luar negeri, di antaranya pada awal kemerdekaan Belanda belum mengakui kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, Belanda masih melakukan perlawanan. Belanda mau mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949.

Masalah yang datang dari dalam negeri adalah adanya pemberontakan yang terjadi di daerah-daerah. Berikut ini adalah contoh pem-berontakan yang pernah terjadi di Indonesia.

  • Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

Pemberontakan RMS merupakan gerakan yang bertujuan mendirikan negara Republik Maluku Selatan. Negara baru yang terpisah dari NKRI. Gerakan yang ingin memisahkan diri dari negara disebut gerakan separatis.

  • Pemberontakan DI/TII (Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia)

DI/TII merupakan salah satu contoh pemberontakan yang perhan terjadi di Indonesia. Gerakan ini dibentuk oleh Sekarmadji Marijan (S.M.) Kartosoewirjo. Pemberontakan DI/TII adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia. Namun, pemberontakan itu dapat diakhiri dengan operasi militer.

  • Pemberontakan G30S/PKI

Kalian mungkin sering mendengar gerakan G30S/PKI? Gerakan G30S/PKI ini merupakan gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Mereka ingin merebut kekuasaan pemerintah Indonesia dengan jalan apa pun. Mereka ingin menguasai negara Indonesia. Mereka juga ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.

Pemberontakan-pemberontakan di atas adalah contoh gerakan yang berusaha memecah dan menghancurkan NKRI.

Namun, akhirnya pemberontakan-pemberontakan itu berhasil digagalkan. Bangsa Indonesia dapat menggagalkan pemberontakan tersebut karena adanya tekad untuk tetap mempertahankan keutuhan wilayah NKRI.

 

Negara Indonesia adalah Negara yang Ber-Bhinneka Tunggal Ika

Seperti telah dijelaskan di muka, bahwa semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan tersebut berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Tiap-tiap suku bangsa mempunyai adat istiadat, bahasa, dan kebudayaan sendiri-sendiri yang disebut kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah yang ada akan memperkaya kebudayaan nasional.

Negara Indonesia adalah Negara yang Ber-Bhinneka Tunggal Ika
Negara Indonesia adalah Negara yang Ber-Bhinneka Tunggal Ika –  Sumber

 

Meskipun penduduk Indonesia tinggal di berbagai pulau, tetapi tetap dapat berkomunikasi dan berhubungan melalui transportasi darat, laut, dan udara. Rakyat Indonesia tetap harus bersatu walaupun berbeda suku, agama, keadaan geografis, serta budaya yang beraneka ragam. Hal ini sesuai dengan cita-cita Sumpah Pemuda yaitu berbangsa satu bangsa Indonesia.

Dengan persatuan, kita akan semakin mudah mengatasi ancaman dan gangguan yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Tentu kalian pernah membaca atau mendengar berita tentang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau tentang Gerakan Papua Merdeka? Berita itu sering muncul di televisi.

Itu adalah beberapa contoh ancaman dan gangguan yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Kita harus tetap waspada apabila sewaktu-waktu terdapat gerakan yang ingin memecah belah bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus memupuk rasa persatuan dan kesatuan. Sehingga semua perbedaan baik suku, agama, maupun budaya yang ada di Indonesia tidak akan menjadikan perpecahan. Dengan adanya persatuan dan kesatuan, maka kehidupan di negara kita akan aman, tenteram, dan damai.

Keadaan negara yang aman, tenteram, dan damai memungkinkan kegiatan pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Pembangunan di daerah-daerah juga dapat berjalan lancar. Rakyat dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Di sekolah, siswa juga dapat belajar dengan tenang.

Namun sebaliknya, jika negara tidak aman dan banyak terjadi kerusuhan. Kegiatan pemerintahan tidak dapat berjalan dengan baik dan warga negara tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan tenang. Akibatnya keutuhan NKRI tidak akan terwujud.

Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa keutuhan NKRI penting untuk kita jaga. Tujuannya agar negara kita menjadi aman, tenteram, dan damai. Sehingga kehidupan rakyatnya menjadi makmur dan sejahtera.

 

Usaha-usaha Menjaga Keutuhhan NKRI

Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku, adat istiadat, agama, dan budaya yang berbeda. Untuk mewujudkan kesatuan bangsa dan tanah air Indonesia tidak mudah, diperlukan pengorbanan yang besar. Selain itu letak negara Indonesia sangat strategis yaitu di posisi silang antara Benua Asia dan Benua Australia serta di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Hal ini membuat posisi negara kita menjadi sangat penting. Oleh karena itu, terdapat banyak sekali bahaya dan ancaman yang merusak keutuhan, kesatuan NKRI, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Agar kita dapat mempertahankan keutuhan NKRI diperlukan usaha yang bisa menjadi pegangan bertingkah laku dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah contoh usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI.

 

Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila

Pancasila merupakan ideologi bangsa. Sebagai ideologi bangsa, Pancasila dapat digunakan sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia. Bahkan, Pancasila telah teruji ketangguhannya sebagai alat pemersatu bangsa. Apa buktinya? Buktinya bahwa dengan berpedoman pada Pancasila, bangsa Indonesia dapat menggagalkan pemberontakan seperti pemberontakan G30S/PKI.

Pancasila merupakan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila merupakan ciri khas yang membedakan dengan negara lain. Pancasila juga merupakan hasil kesepakatan seluruh rakyat Indonesia. Jadi, Pancasila dapat menjadi pegangan bertingkah laku dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya adalah nilai yang luhur dan telah disepakati bersama.

Dengan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, keutuhan NKRI akan terjaga. Oleh karena itu kita harus selalu hidup rukun. Sesama anggota masyarakat harus saling menghormati walaupun terdapat berbagai perbedaan suku, budaya, dan agama.

Perbedaan suku dan budaya yang ada di Indonesia adalah sebuah kekayaan. Kekayaan yang harus kita banggakan sehingga dapat menyatukan seluruh bangsa kita. Apa yang dapat kalian lakukan untuk menunjukkan rasa bangga terhadap bangsa Indonesia? Kebanggaan kita terhadap bangsa Indonesia dapat kita wujudkan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan di mana saja. Kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkungan keluarga, kita harus saling menghormati dan menghargai antaranggota keluarga. Kita harus mencintai ayah, ibu, dan saudara serta menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik keluarga.

Dalam lingkungan sekolah, kita wajib menghormati guru. Kita juga harus menghargai teman. Salah satu kegiatan sekolah yang mengajarkan pengamalan nilai-nilai Pancasila antara lain kegiatan pramuka

Selain di sekolah, mengamalkan nilai-nilai Pancasila juga dapat dilakukan di lingkungan masyarakat. Misalnya dengan mengadakan musyawarah bersama untuk memecahkan persoalan. Contoh lainnya adalah bergotong royong untuk membangun dan memelihara sarana dan prasarana umum, seperti membangun pos ronda dan memperbaiki jalan yang rusak.

Selain itu, dapat juga dengan memberikan bantuan kepada korban bencana alam dengan tidak membeda-bedakan agama, memberikan bantuan kepada orang miskin, dan memberikan santunan kepada anak yatim. Kegiatan-kegiatan sosial tersebut dalam dilakukan warga masyarakat secara bersama-sama. Tujuannya agar tercipta suasana kekeluargaan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Memiliki Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara adalah cara, sikap, atau pandangan bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya. Sebuah sikap yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hakikat dari wawasan nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. Berikut ini perwujudan sikap untuk menjaga kesatuan bangsa.

  1. Bangsa Indonesia harus merasa sebangsa dan setanah air walaupun terdiri dari suku, budaya, dan agama yang berbeda.
  2. Kekayaan alam yang ada di Indonesia harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
  3. Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional budaya bangsa. Kesatuan wilayah NKRI dapat terwujud apabila warga negara Indonesia ikut berperan serta dalam mewujudkan ketahanan nasional. Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara serta mampu mengatasi hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Terdapat hubungan antara ketahanan nasional suatu negara dengan pembelaan negara. Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer. Seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab membela negara hanya terletak pada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Padahal berdasarkan pasal 27 ayat (3) UUD 1945, masalah bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Berikut ini bunyi pasal 27 ayat (3) UUD 1945.

Sikap mau membela negara harus ditanamkan pada seluruh rakyat Indonesia. Bila ada ada wilayah Indonesia yang akan direbut oleh negara lain, maka seluruh rakyat Indonesia memiliki kewajiban untuk mempertahankannya.