Kerja Sama Negara-negara di Asia Tenggara

Kerja Sama Negara-negara di Asia Tenggara – Indonesia mengadakan kerja sama dengan negara-negara tetangga. Kerja sama itu dilakukan dalam rangka saling memenuhi kebutuhan, meningkatkan kesejahteraan, dan mewujudkan rasa aman di wilayah tersebut. Dengan demikian, apabila kerja sama itu terjalin baik maka tujuan mulia tersebut dapat menjadi kenyataan.

Pada dasarnya itulah keinginan dari masyarakat bangsa-bangsa di dunia. Bagaimana peran Indonesia dalam rangka mewujudkan kerja sama di wilayah Asia Tenggara? Pada bab ini siswa diharapkan dapat menjelaskan kerja sama antarnegara-negara di kawasan Asia Tenggara dan juga dapat memberikan contoh tentang peran bangsa Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara.

 

Kerja Sama Negara-negara di Asia Tenggara

Kerja Sama Negara-negara di Asia Tenggara
Kerja Sama Negara-negara di Asia Tenggara

 

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara saling mengadakan kerja sama. Kerja sama itu diwujudkan dalam

bentuk:

  1. Kerja sama antardua negara yang disebut kerja sama

bilateral.

  1. Kerja sama antarlebih dari dua negara yang disebut kerja

sama multilateral.

  1. Kerja sama dengan cara membentuk organisasi bersama

seperti ASEAN.

Negara Indonesia terlibat aktif dalam tiga bentuk kerja sama tersebut. Kerja sama itu meliputi berbagai bidang seperti bidang politik, keamanan, ekonomi dan perdagangan, pariwisata dan kebudayaan, serta teknologi.

 

Kerja Sama Bilateral Indonesia dengan Negara Tetangga

Contoh kerja sama bilateral Indonesia dengan negara tetangga ini antara lain:

 

Kerja Sama Indonesia dengan Singapura

1) Kerja sama pengembangan Pulau Batam dan Kepulauan

Riau dalam rangka mendukung industri di Singapura.

2) Kesepahaman antara Politeknik Batam dan Nanyang

Polytechnic. Pada intinya kedua pihak sepakat untuk

mengembangkan kerja sama teknik berupa pertukaran

staf pengajar dan siswa.

3) Latihan perang bersama antara angkatan bersenjata

Singapura dan TNI di wilayah Indonesia.

 

Kerja Sama Indonesia dengan Brunei Darussalam

1) Mulai membuka hubungan diplomatik Rl – Brunei

Darussalam yang dibuka resmi pada tanggal 1 Januari

1984 dan kedua pihak menempatkan wakilnya yang

berkedudukan di ibu kota masing-masing pada tingkat

kedutaan besar.

2) Pembelian pesawat-pesawat IPTN dan kesediaan Brunei

mendanai proyek-proyek gedung. Kerja sama selatanselatan GNB di Jakarta.

3) RRI dan RTB pada tahun 1995 mulai mengadakan kerja

sama acara “Siaran Titian Muhibah” dan program

“Berbalas Pantun” serta kerja sama pertukaran kunjungan

staf penerangan untuk saling bertukar pengalaman di

bidang metode dan keterampilan di bidang penerangan.

 

Kerja Sama Indonesia dengan Malaysia

1) Pembentuk komisi bersama RI-Malaysia bagi kerja sama

bilateral pada tanggal 20 Juli 1991.

2) Pertukaran juru penerangan, Kelompencapir, dan Titian

Muhibah.

3) Penyelesaian masalah TKI yang bekerja di Malaysia.

 

Kerja Sama Indonesia dengan Thailand

1) Terjalin hubungan baik antara kedua negara dengan bukti

adanya kunjungan para pemimpin kedua negara.

2) Kerja sama bidang pertanian.

3) Kerja sama bidang pariwisata.

 

Kerja Sama Indonesia dengan Filipina

1) Pembentukan komisi bersama Indonesia-Filipina pada

saat kunjungan kenegaraan Presiden Fidel V. Ramos ke

Jakarta tahun 1993.

2) Pertemuan komisi bersama Indonesia-Filipina pada tahun

1995, 1998, dan tahun 2002.

 

Kerja Sama Indonesia dengan Kamboja

1) Pembentukan Komisi Bersama Indonesia-Kamboja tahun

1997.

2) Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding/Nota Kesepakatan) mengenai kerja sama

membuka lahan kelapa sawit di Kamboja antara PT.

Mestika Sawit Intijaya dengan partner Kamboja Mong

Rethy Group Co. ltd pada tahun 2003.

3) Indonesia setiap tahunnya memberikan kesempatan

kepada para trainer dari berbagai instansi pemerintah

Kamboja untuk mengikuti program pelatihan di berbagai

bidang cukup penting guna meningkatkan sumber daya

manusia Kamboja.

4) Selama tahun 2003-2004 Indonesia telah memberikan

kesempatan kepada sejumlah 23 trainer Kamboja untuk

mengikuti program pelatihan di bidang transportasi dan

energi.

 

Kerja Sama Indonesia dengan Myanmar

1) Adanya MoU kerja sama antara pihak RCTI dan

Departemen Radio dan televisi Myanmar pada tahun

1999.

2) Perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B).

3) Saling ekspor-impor kedua negara. Komoditi utama

ekspor Indonesia antara lain peralatan transportasi, logam

dasar dan barang manufaktur, serta minyak goreng.

Komoditi utama impor Indonesia antara lain kacangkacangan, beras, dan hasil-hasil laut.

 

Kerja Sama Indonesia dengan Laos

1) Pada bulan Mei 2004, kedua negara telah menandatangani

Agreed Minutes Komisi Bersama Tingkat Menteri yang

pertama di Jakarta2) Saling ekspor impor kedua negara. Komoditi ekspor

Indonesia: Luxury goods, makanan, pakaian, dan

kendaraan. Sedangkan komoditi impor Indonesia:

garment.

3) Indonesia dan RDR Laos telah terdapat MoU kerja sama

di bidang penerangan yang ditandatangani tahun 1992.

 

Kerja Sama Indonesia dengan Vietnam

1) Pertukaran kunjungan antara pemimpin dan pejabat kedua

negara, misalnya kunjungan resmi presiden RI ke Hanoi

tanggal 25-27 Juni 2003 dan kunjungan menteri dalam

negeri Vietnam ke Jakarta bulan Juni 2004.

2) Perjanjian bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik

dan dinas untuk kunjungan singkat 2 minggu melalui

pertukaran nota dan bebas visa untuk paspor biasa untuk

kunjungan selama 30 hari.

3) Penandatanganan beberapa MoU bidang perdagangan

antara lain: MoU on Counter Trade Arrangement (2003);

MoU on Fisheries Cooperation (2003), MoU on Trade

Cooperation antara PT. Niaga Kawan Sukses Indonesia

dengan SOHAFARM Vietnam (2003);Technical Agreement di bidang program ekspor kopi robusta antara

Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia/AEKI dengan Asosiasi

Kopi dan Cocoa Vietnam/VICOFA (2003).

 

Kerja Sama Multilateral Indonesia dengan Negara Tetangga

Kerja sama multilateral adalah bentuk kerja sama yang tidak hanya melibatkan dua negara, tetapi lebih dari dua negara dalam suatu kawasan. Disebut apa jika kerja sama itu melibatkan dua negara?

Indonesia juga menjalin kerja sama multilateral dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Contoh kerja sama tersebut antara lain:

  1. Perjanjian pemeliharaan aktivitas keamanan lintas negara antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina pada tanggal 7 Mei 2002. Melalui kesepakatan tersebut diharapkan ketiga negara dapat saling bekerja sama dan berkoordinasi dalam menghadapi masalah-masalah lintas negara yang akan mengganggu keamanan dalam negeri masing-masing.
  2. Kerja sama kebudayaan antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei yang masih dalam satu rumpun bahasa. Misalnya dengan program Titian Muhibah.
  3. Kerja sama penanganan masalah terorisme dan kejahatan lintas negara antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Misalnya, dengan melibatkan kepolisan ketiga negara tersebut.
  4. Pembentukan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippine East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada tahun 1994. Jadi, kerja sama multilateral Indonesia dengan negara tetangga meliputi bidang politik, keamanan, dan kebudayaan.

 

Pembentukan Organisasi Bersama di Wilayah Asia Tenggara yaitu ASEAN

Sejarah Berdirinya ASEAN

ASEAN, singkatan dari “Association of South East Asian Nations” atau Persatuan Negara-negara Asia Tenggara (Perbara). ASEAN dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Pada waktu itu pembentukan ASEAN dipelopori oleh lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand yang sekaligus menjadi anggota pertama ASEAN. Proses penandatanganan dilakukan dalam satu perjanjian yang dikenal sebagai Deklarasi Bangkok. Deklarasi itu ditandatangani oleh para pemimpin kelima negara yaitu:

1) Adam Malik (Indonesia).

2) Narsisco R. Ramos (Filipina)

3) Tun Abdul Razak (Malaysia)

4) S. Rajaratnam (Singapura)

5) Thanat Khoman (Thailand)

Hafalkan pemimpin kelima negara yang ikut

menandatangani Deklarasi Bangkok tersebut?

 

Tujuan dan Anggota ASEAN

Tujuan utama berdirinya ASEAN adalah meningkatkan hubungan dan kerja sama antara negara-negara tersebut dalam rangka keamanan dan kesejahteraan. Di dalam Deklarasi ASEAN disebutkan bahwa tujuan pendirian organisasi kerja sama kawasan ASEAN ini adalah untuk:

1) Mempercepat pertumbuhan ekonomi.

2) Mengembangkan kerja sama sosial budaya.

3) Memperkokoh perdamaian dan stabilitas kawasan.

Jumlah anggota ASEAN sekarang ada sepuluh negara

anggota. Selain Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan

Thailand, lima anggota baru ASEAN adalah sebagai berikut.

1) Brunei Darussalam (8 Januari 1984)

2) Vietnam (28 Juli 1995)

3) Myanmar (23 Juli 1997)

4) Laos (23 Juli 1997)

5) Kamboja (30 April 1999)

 

Jadi, hampir semua negara Asia Tenggara menjadi anggota ASEAN kecuali Timor Leste dan Papua Nugini.

 

Kegiatan Kerja Sama dalam ASEAN

Beberapa kegiatan yang diselenggarakan ASEAN dalam rangka peningkatan kerja sama antarnegara anggota antara lain:

  1. Mengadakan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN yang dihadiri para pemimpin negara anggota. Pada KTT dibicarakan berbagai hal mengenai kerja sama di berbagai bidang. KTT diselenggarakan setiap tahun sekitar bulan Oktober-November.
  2. Pembentukan komunitas ASEAN dan komunitas keamanan ASEAN beserta rencana aksinya.
  3. Pembentukan yayasan ASEAN dalam rangka kegiatan pengembangan sumber daya manusia.
  4. Pada tanggal 6 Januari 2005, para pemimpin ASEAN menyelenggarakan pertemuan khusus pasca gempa bumi dan tsunami (KTT Tsunami) di Jakarta. Pertemuan ini menghasilkan Deklarasi Jakarta yang bertujuan untuk aksi dan memperkuat bantuan darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, dan pencegahan atas dampak bencana gempa bumi dan tsunami.
  5. Kerja sama ASEAN bidang kejahatan lintas negara tahun 1997 dengan ditandatanganinya ASEAN Declaration on Transnational Crime yang berisi mengenai usaha-usaha ASEAN dan komitmen untuk bekerja sama dengan komunitas internasional dalam memerangi kejahatan lintas negara.